BBM : D55 CB 98A
WA : 0853 2023 77xx
sales@fahrurosid.com

Benarkah Duta Business School DBS Belum Syar'i?



Sebelum DBS yang sekarang sedang meroket pesat. Dulu saya pernah terjun berbisnis di Internet untuk yang pertama kalinya dengan bergabung di bisnis pulsa jaringan Voucherkey www.voucherkey.com. Dari situ awal mempelajari bisnis online jaringan dan mengenal mas Febrian (pendiri DBS), Randu dan Leader lainnya yang terus menyemangati member-member bawahannya agar memperoleh passif income. Namun, itu hanya sekedar bayolan belaka, ketika Vocherkey mengalami kebangkrutan, katanya. Sehingga bermuncullah bisnis serupa yang mirip VK sebagai penyempurnaan yaitu Duta-Network www.duta-network.com. Namun, sama halnya seperti yang dialami VK, DN tidak mengalami pertumbuhan yang cepat. Sehingga mas Febrian dan team merintis bisnis serupa pula dengan system yang tidak jauh berbeda dengan sebelumnya yaitu DFI www.duta4future.com dapat bertahan 1 tahun lebih sampai sekarang, dimana member yang telah bergabung tercantum di situsnya tersebut sebanyak 1 juta lebih, namun setelah saya tanyakan pada salah satu Leader DBS, sebenarnya yang bergabung baru mencapai 1/2 atau 1/3 dari total member yang ada, mungkin sekitar 400rb an orang yang telah gabung di bisnis ini. Namun saya hanya memantau dan mempelajari bisnis ini saja (Duta-networ & Duta4future) dan tidak menjalankannya, karena saya berpendapat, di DBS hanya menguntungkan perusahaan saja dan banyak bonus-bonus yang kuran kejelasannya terutama dengan adanya INDEX, dan lainnya sehingga perlu dipertanyakan dimana letak syariah nya yang konon digembor-gemborkan oleh DBS.

Akhirnya saya mendapatkan artikel yang menggelitik dan mengagetkan bagi saya pribadi ketika dapat tercerahkan dengan Majalah Sabili No. 22 Th. XVI 21 Mei 2009/26 Jumadil Awal 1430 yang membahas tentang MLM Duta Business School Sudah Syar’i?, judul asli.

Berikut dibawah ini isinya:

Ratusan ribu orang menjadi anggota bisnis ini. Nama Aa Gym juga ikut muncul, terdaftar sebagai anggota. Kebingungan umat Islam menjadi-jadi, bertanya-tanya, apakah bisnis DBS ini sudah syar’i?

Azhari, seorang karyawan sebuah perguruan tinggi merasa tidak enak menjalani bisnis MLM (Multi Level Marketing) Duta Business School (DBS). Meski sudah merekrut lima orang untuk menjadi bawahan-nya (downline), dia tidak lagi melanjutkan mencari downline lain. Pasalnya, setelah sebulan menjadi anggota MLM ini dia semakin merasa tidak enak, bingung, mempertanyakan apakah DBS sudah syar’i?.

Keinginan untuk menghilangkan kebingungannya semakin besar setelah ia mempresentasikan produk MLM miliknya kepada seorang pengamat ekonomi syariah, Izzuddin Abdul Manaf. Selesai mendengarkan presentasi Azhari, Izzuddin berpendapat, secara tidak langsung ada unsur money game di dalam MLM ini.

Sebagai seorang pengamat, Izzuddin tidak sembarang memberi kesimpulan itu. Disuatu hari, dia menjadi pembicara di forum Oase Enterpreneur, sebuah lembaga pelatihan wirausaha, mengenai etika bisnis syari’ah. Kebetulan para pesertanya juga banyak menjadi agen MLM DBS. Kepada Izzuddin mereka bertanya mengenai nilai syar’i lembaga bisnis tersebut. Izzuddin menanggapi, sebuah bisnis dikatakan syar’i bila ada pengawasan dan sertifikasi Dewan Syariah Nasional (DSN).

Setelah seminar, Izzuddin semakin penasaran dengan DBS. Dia membuka situs www.duta4future.com. Disitulah ia menemukan penjelasan lebih lengkap lagi mengenai DBS. Masih tidak puas juga, ia berdiskusi dengan kawannya. Dia melihat produk MLM ini adalah pulsa. Seorang anggota bisnis ini jika hanya mengambil untung dari penjualan pulsa maka tidak bisa mendapatkan untung besar. Kemudian dia menemukan keuntungan lain, yaitu perekrutan anggota. ”Inilah money game-nya,” kata Izzuddin.

Izzuddin merasa prihatin dengan MLMa ini karena terdengar isu sudah mendapatkan legalitas syar’i dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Jawa Barat. ”Ini tidak bisa. Yang berhak memberikan sertifikasi syar’i hanya MUI pusat, yaitu melalui DSN.” Dengan kata lain, Izzuddin ingin mengatakan, secara prosedural, bisnis ini hanya ngaku-ngaku saja sudah syar’i, padahal belum.

Menanggapi klaim belum syar’i, bakroni, seorang pengusaha DBS, mengatakan MUI Jawa Barat sudah menjelaskan kehalalan bisnis ini. ”Kalau memang harus mendapat legalitas syar’i dari MUI pusat maka nanti pihak perusahaan yang akan mengurus,” ujarnya.

MUI Bandung melalui KH Miftah Faridl, menegaskan, tidak benar jika MUI Jawa Barat telah memberikan fatwa halal terhadap bisnis ini. Miftah berpendapat, legalaitas syar’i hanya bisa diproses melalui MUI pusat, bukan daerah. Penegasan yang sama juga diutarakan Amidhan, salah seorang ketua MUI. Dia mengatakan, sertifikasi lembaga bisnis keuangan hanya melalui Dewan Syariah Nasional di MUI pusat, bukan di daerah.

Duta Business School adalah sebuah devisi dari PT Duta Future Internasional, didirikan pada 10 November 2007 di Bandung. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan umum, jasa pemasaran produk komoditas pokok. Khusus untuk DBS, bidang pendidikan dan pelatihan kewirausahaan menjadi garapannya. Kantor administrasi DBS beralamatkan di Surapati Core Blok J-7 Jal PHH Mustafa Nomor 39 Bandung.

Dengan basis teknologi internet, perusahaan ini membantu anggotanya menjadi dealer isi ulang pulsa elektrik. Sejumlah 1.000 lebih agen perusahaan ini tersebar luas di penjuru kota-kota di Indonesia. Semua transaksi, perhitungan keuangan, danadministrasi dilakukan dengan sistem komputerisasi.

Hingga saat ini, DBS telah memiliki anggota sejumlah 650.000 orang. Untuk menebar jaringan, dan memberikan informasi, DBS membuat situs http://duta4future.com.

Jika Anda membuka situs itu maka akan menemukan kesan singkat para anggota bisnis ini. Di barisan paling utama terpampang nama Guruh Soekarno Putra, anak presiden pertama Indonesia dengan identitas keanggotaan DBS1291822.

Setelah itu akan terlihat foto dan tulisan singkat dai terkenal asal Bandung, Abdullah Gymnastiar. Dengan huruf kapital, Aa Gym menulis, semoga usaha kita ini penuh berkah. Dia mengaku awalnya berat hati untuk mengikuti bisnis ini. Setelah mendengar masukan mengenai bisnis dalam Islam dari KH Miftah Faridl dan pakar ekonomi Islam, Syafi’i Antonio, Aa Gym memutuskan terjun ke DBS. Entah sudah berapa lama nama-nama tersebut menjadi anggota DBS.

Lalu apakah DBS sudah sesuai syariah? Menjawab pertanyaan ini, Syafi’i Antonio, yang juga anggota DSN mengatakan, untuk mengkategorikan sebuah perusahaan itu syar’i harus melalui tujuh tahapan. “Produk yang dijual harus halal, terbebas dari unsur riba,” jelasnya. Syafi’i mengatakan, akad dasar transaksi harus terbebas dari jahalah (ketidakpastian, -red), juga harus ada kesepakatan yang jelas apa yang didapat si pembeli, dan apa yang tidak didapat.

Terkait dengan marketing plan, Syafi’i mengutarakan, harus adil, terbebas dari dzulm. “Transaksi keuangan harus terbebas dari riba, harus melalui Bank syariah dan asuransi syariah.”

Tidak cukup hanya itu, corporate culture perusahaan tersebut juga ikut diperhatikan, seperti jilbab bagi kaum hawa, dan budaya salam misalnya. “Perhatian kepada ekonomi umat juga perlu diperhatikan. Jangan sampai menguras devisa hanya untuk produk asing, sedangkan umat hanya dijadikan pasar,” katanya.

Terakhir, dia menyarankan adanya Dewan Pengawas Syariah yang didapat melalui DSN MUI Pusat.

Terkait dengan DBS, Syafi’i mengatakan, hingga saat ini, perusahaan tersebut belum memenuhi dua kriteria, yaitu pada poin transaksi finansial yang belum sepenuhnya menggunakan jasa Bank syariah dan belum adanya pengawas dari DSN. “Untuk kepastian lebih lanju, tunggu sebulan lagi,” ujarnya kepada Sabili.

Jelas sudah, dengan pernyataan Syafi’i sendiri bisa diketahui, perusahaan ini masih menuju proses syar’i. Jika terbukti tidak syar’i, maka ratusan ribu umat Islam akan menjadi korban bisnis ini.

Bagaimana menurut Anda???

Sumber:
www.sabili.co.id
www.pkesinteraktif.com dan www.pkesinteraktif.com

Baca Juga Artikel Terkait







Tinggalkan Komentar



16 Respones to "Benarkah Duta Business School DBS Belum Syar'i?"

SYAHRUL UMAM said...

Assalamualikum wr wb...
Perkenalkan nama saya adalah syahrul umam salah satu mitra DBS. Alhamdulillah melalui bisnis ini, saya bisa banyak belajar baik itu dari para leader saya ataupun mitra yang ada dijaringan saya. Dengan sedikitnya ilmu yang saya miliki, sedikit pula hal yang ingin saya sampaikan karena terbatasnya pengetahuan. Bahwa pada dasarnya produk yang ditawarkan DBS itu bukan hanya pulsa saja. Adapun komisi yang ditawarkan adalah sesuai dari akad yang telah ditentukan. Mitra-mitra yang memang selama ini merasakan keraguan adalah wajar, karena kebanyakan dari mereka yang belum tahu persis tentang DBS sebenarnya. Pertemuan-pertemuan yang sering diselenggarakan adalah salah satu bentuk upaya kami untuk memberikan pengertian kepada mereka, sehingga apa yang mereka jalankan melalui bisnis ini tidak melampaui batasan yang ada. Insyaallah


11:06 PM
Anonymous said...

Assalamualaikum wr wb.

Bisnis di DBS ini lebih mengutamakan perekrutan anggota daripada penjualan pulsanya. Transaksi untuk penjualan pulsa sangat rumit dan menghabiskan waktu serta biaya. Anggota DBS diwajibkan mengirim sms atau telp ke call center setiap melakukan transaksi. Jika gagal hanya 1 atau 2 kali itu wajar, tetapi kalo gagal berulang-ulang kali, pasti kita sendiri yang rugi karena pulsa yang telah terpotong. Bayangnya jika hanya ingin mengisi pulsa 50 ribu saja (harga jual 49.500 dari DBS), kita harus mengirim sms ke sms center (cat. sms center memiliki lebih dari 1 nomor) lebih dari satu kali. Pengiriman sms untuk operator yang sama bisa gratis tetapi karena transaksi pulsanya selalu gagal maka kita menggunakan nomor sms center lain tetapi beda operator, sudah pasti pulsa kita bakal terpotong. Jika biaya/sms adalah Rp.100 dan kita melakukan pengiriman lebih dari 1 kali berapa banyak pulsa yang terpotong. Coba bandingkan dengan pembelian pulsa di ATM, hanya membayar sesuai nilai pulsa + ppn, waktunya tidak lama, tidak perlu kirim sms konfirmasi.
Hal ini saya alami sebagai anggota DBS, hingga akhirnya saya keluar dan menarik keanggotaan saya.

Ainun


11:59 AM
Anonymous said...

Belum Syar'i-nya DBS bukan berarti TIDAK....
Ingat Syar'i tidaknya saseuatu hanya Allah SWT yang berhak menilai, tidak seorang kiayi, ajengan,etc dan/atau org2 tanggung yg sudah marasa diri seorang yang sudah punya tiket langsung ke surga..
Apakah kita pernah menyadari/yakin apa yg kita kerjakan selama ini syar'i atau belum...
Jika Saudara masih ragu silahkan konsultasi ke kantor atau leader2 yang saudara ketahui, cari keterangan lebih lanjut.
Ironin memang disaat kita ribut mengenai sesuatu yg berhubungan dengan Agama, tanpa disadari malah menjelek-jelekan pihak lain ( hukumnya apa ya kalo gt )
Wass.


12:11 PM
Anonymous said...

saya muslim tp tidak begitu memahami soal syariah pada sebuah usaha. sejak kemunculan DBS disekitar masyarakat indonesia, banyak sekali hal-hal yg sepertinya harus dibahas....
pertanyaan yg paling sering muncul yakni : 1. apakah DBS ini udah syariah, 2. apakah DBS ini bukan moneygame?, 3. Apakah ini hanya menguntungkan perusahaan saja?

terlampau banyak pertanyaan dan jg jawaban yg akhirnya mengbingungkan bagi kita semua.

yg ingin saya sampaikan adalah, apakah lebih baik mencuri dan merampok serta korupsi untuk mempertahankan hidup di bumi indonesia ini,atau apakah DBS lebih baik, dimana DBS memberikan pembentukan mental manusia indonesia menjadi yg lebih baik melalui proses2 dalam mengembangkah DBS ini. selain itu masyarakat indonesia bahkan dimanjakan dengan income yg blm tentu kita dapatkan jika kita tetap menjadi masyarakat indonesia yg dulu, atau bahkan apakah lebih baik kita perkaya orang asing sementara indonesia hanya menjadi ladang bagi mereka???

pilih mana??? mencuri. merampok, korupsi, memperkaya orang asing dengan sistem mereka, atau kita kembangkan DBS untuk kemakmuran rakyat indonesia yg mau berusaha???

Jgn gembar-gemborkan syariah dan sebagainya sedangkan kita tau masih banyak hal yg udah tampak didepan mata kita kerusakan sejak dulu tapi kita diam saja.


1:17 AM
Anonymous said...

DBS
Secara sistemik :
1. Panghasilan terbanyak perusahaan dari penjualan HU bukan pulsa
2. Perputaran pulsa kebanyakan dari bonus psngn yg Rp.7500 ( bkn deposit member / mahal brow )
3. Untuk perusahaan beromset miliyaran harus nya harga lebih murah lagi , wonk sebagai Super master Dealer gtu loch ( harus y minimal harga sama harga dasar di agen ) , perusahaan jual harga dealer z udah untung gede apalagi 300 lbh mahal :(
4. Bonus Member ( logika nya qta disuruh jualin produk DFI / Asuransi,HU,discnt.ebook,dll....trus dari penjualan tersebut qta dikasih imbaln Rp 20000(sponsor),Rp1000(titik),Rp30000(pasangan),Rp.2000(duplikasi)total Rp53000 ,,,, 1 HU Rp 200.000 - Rp 53000 (upah qta ^_^ ) .... Rp. 147.000 ( keuntungan prshan (buat oprsional ^_^ ) dah gede bgt kan untunk perusahaan ..... eeeee ko di potong agi 20% ( mudharabah/bagi hasil katanya :P kan bagi hasilnya td udah :( )
5. Oke....... napa bnyk pejuang DBS berguguran????? Mereka tdk gagal, hanya berhenti setelah berjuang sekian lama lalu akhir" y Strees ..... logika 1 org nyeponsorin 5 org dibwhnya ,,,, lhaa yg lima org ini saling bersaing ngedapetin calon downline(mank ada yg mau dapet bronze tp sebelah ( 1000:0 ???? gk ada kan??? ) ....... maka tdk ada nama y kolega bisnis tp rivalitas bisnis yg muncul ( nya wajar saja dari 5 ada 2-3 yg gugur krn kalah bersaing ) hal ini trus terduplikasi kebawah nya ..... ada yg berhasil ada yg gagal .....ya plg dari 5jt mmbr ada 2-3 jt yg jrgn y bener" mati sisa nya mati suri( jalan sebelah + lewat level 20 ( gk dpt bonus titik ) sayang kan bnyk titik yg nunggu dipasangin :( ) klo dah platinum or gold sech nevermind , ada penambahan dikit disalah satu kakinya z dpet bonus ( maklum jaringannya dah besar mati )... :D peace akh...
6. Satu lagiiiii ^_^ ,,,, DFI kan punya aturan bahwa bonus ditransfer ketika quota mencukupi ( 150rb u/ cash dan 50rb untuk plza !!!!!! Trus bagaimana ya nasib bonus member yang quota cash y <150rb ( - 50rb dech kan belum bisa diambil tuch !!! ) ....... kale berapa juta member yg mati suri taro 2jtmember X 50rb = brapa tuch???? kmana dwit y .... masa angus ??? kan gk ada rule nya :(
7. Ehhh...ampir lupa :) ,,,, bwt sobat" member DBS ,,,,, ane mau share pnglmn nech : ane pny sobat ( upline ane jg tuch ^_^ ) dy dah bronze 3500(kiri) : 2200(kanan) ......... tp udah 2 bulanan ini dy gk dpt income sama sekali.......jaringan kanannya mati total sedangkan kirinya matisuri.... ,,,, jaringan dibwh y kalah bersaing ma jrng org lain :( ,,,, ini mmbktkan bahwa bisnis ini bkn bisnis slm y ... jd jngn dijdiin mata pencaharian utama yaw ( kec.bwt platinum ma gold gpp :D ) ,,, anda yg baru bergabung motivasi y masih tinggi pasti bela"in dbs baru dapet 100:100 z dah jumawa liat z ntar nasib lu bakal kaya artis" yg bikin testimoni , gw liat jrngn y eh masih kosong melomponk plg banter 100:100 ( itu jg gw liat dah 3bln vakum gk ada perkembangan )....BTW sy tetep mendo'akan agar anda dan jrngn anda termasuk golongan yg survive td / yg berhasil menyisihkan kolega anda( membuat mereka Strees dan depresi karena gak balik modal :D ) .....met saling bunuh yaw :D ....peace akh ^_^


12:02 PM
Anonymous said...

horeeeeeeeeeeee....lieurrrrrr.....


11:05 AM
Anonymous said...

belum punya sertifikat halal dari MUI = sistim kerja nya belum bisa di katakan halal


6:45 PM
deddi chariezma said...

HOAX DOANG.MLM tuh sistemnya.money game..


10:33 AM
carajutawan said...

VSI, MLM baru Founder UST Yusuf Mansur, informasi usaha klik http://www.carajutawan.com


10:02 PM
Anonymous said...

Trz uangnya yg sdh diia setor bs angus gak klo udh mati suri atw mati total


5:31 AM
Anonymous said...

Trs uang yang sdh di setor bs kembali gak klw kondisinya udh mati suri n mati total bgitu


5:33 AM
Anonymous said...

Trs uang yang sdh di setor bs kembali gak klw kondisinya udh mati suri n mati total bgitu


5:33 AM
ejenhidayat said...

semua MLM cara kerja nya gampang menuju sukses. cari 2 maka batu yang 2 maka ada akan stres bukan sukses


1:25 AM
Anonymous said...

saya pernah bergabung dengan DBS tetapi sudah menyatakan diri untuk keluar karena saya merasa ada permainan di dalam bisnis ini, ada yang janggal dan membingungkan dengan jalannya bisnis ini, saya merasa ada yang tidak masuk akal jalan bisnisnya, leadernya juga cukup mengganggu kesibukan saya karena mereka nyuruh kita sukses tanpa peduli kesibukan kita apa,, jujur msih sakit hati akan hal ini hingga saat ini


9:59 PM
abidinisme said...

hanya satu pintaku..
baik-baik saja, ada aku disini


9:52 AM
Imam Bukhori said...

ya angus uangnya, lha saya ga bisa cari downline


8:48 PM

Post a Comment

Previous Article Next Article
Home