BBM : D55 CB 98A
WA : 0853 2023 77xx
sales@fahrurosid.com

Mengapa Orang Mengigau dan Berjalan dalam Tidur?



Mengapa Orang Mengigau dan Berjalan dalam TidurMengigau dikategorikan sebagai parasomnia yang berarti perilaku abnormal saat tidur. Kejadian ini sangat umum dan biasanya tidak dianggap sebagai masalah medis. Sebuah jajak pendapat pada 2004 menyebutkan bahwa 1 dari 10 orang mengigau beberapa malam dalam seminggu.

Orang mengigau biasanya dikaitakan dengan 0bat-obatan tertentu, emosi, stres, demam, gangguan kesehatan mental, dan penyalahgunaan zat.
Menurut dokter spesialis kedokteran jiwa dari Universitas Hassanudin, dr. Erlyn Limoa, SpKj, mengigau adalah bagian dari mimpi. Secara teoritis, mimpi merupakan sesuatu yang kita pendam di bawah sadar. Kadang kadang, apa yang kita bicarakan sebelum tidur juga masuk ke dalam bawah sadar. Dalam kondisi bermimpi itulah, seseorang bisa tiba-tiba berbicara sendiri atau menggumam.
Namun bukan berarti itu pertanda seseorang tengah menanggung beban pikiran. "Sekalipun bukan menjadi beban pikiran, kalau ia serius membicarakan sesuatu bisa di bawa ke mimpi," katanya.

Menurutnya, mengigau tidak berbahaya, karena ia hanya bunga tidur. Sejauh ini, lanjutnya, belum ada cara untuk menghentikan kebiasaan tersebut. "Selama tidak mengganggu dan tidak merugikan yang bersangkuatan, untuk apa diobati?" ujar Erlyn.
Lain halnya bila seseorang mempunyai kebiasaan berjalan saat tidur. "Kebiasaan tersebut secara sekunder berbahaya. Bisa dibayangkan, kalau dalam kondisi tidur berjalan sampai menabarak sesuatu," katanya.

Belum banyak penelitian terkait dengan kebiasaan tidur tersebut. Dan biasanya orang-orang seperti ini jarang berobat atau konsul ke psikiater, karena menganggap tidak berbahaya. Berjalan saat tidur ini terjadi karena pengaruh gelombang tidur. "Jadi kemungkinan gelombang tidurnya tidak masuk ke tidur dalam. Kalau orang seperti ini pergi ke dokter, bisa jadi akan diberikan obat untuk membantu gelombang tidurnya supaya dia bisa tidur lebih dalam," katanya.

Soal kemungkinan penyembuhan, Erlyn mengatakan penanganan kebiasaan berjalan saat tidur tidak bisa disamakan dengan orang menderita penyakit. Kalau penyakit, orang bisa sembuh dengan cukup minum obat. Tetapi kalau kebiasaan tidur, yang bisa dilakukan hanyalah melakukan pencegahan dengan memperbaiki pola tidurnya. Biasanya dokter menganjurkan agar orang tersebut rileks sebelum tidur.
Karena kebiasaan ini bisa berbahaya secara sekunder, maka Erlyn menyarankan orang yang punya kebiasaan berjalan saat tidur untuk berkonsultasi dengan psikolog. Bila kondisi sudah berat dan sudah mengganggu, misalnya dalam seminggu bisa 2-3, berulah ke psikiater.

Baca Juga Artikel Terkait







Tinggalkan Komentar



1 Respones to "Mengapa Orang Mengigau dan Berjalan dalam Tidur?"

Tukang Ngutang said...

Thanks kaka atas inponya :)


3:56 AM

Post a Comment

Previous Article Next Article
Home
 

About Me

Admin Netpreneur Blog Indonesia - Ukafahrurosid.com
UKA FAHRUROSID
a 33 years old. I've completed college degree from Education University of Indonesia Bandung, West java, Indonesia in 2011.
Learn on this blog since 10th of November 2008. Now, just to innovate to make Netpreneur Blog Indonesia has many visitors, so my main goal in blogging can be achieved is to optimize blogs as a means of promotion, income and relationships.